Spyware DarkSword Mengincar iPhone: Kenali Modusnya dan Cara Melindungi Diri
01 Sep 2026 · Sumber: Liputan6

Ancaman keamanan digital kembali menyasar pengguna iPhone. Google Threat Intelligence Group bersama Lookout dan iVerify menemukan spyware bernama DarkSword yang dikembangkan kelompok peretas asal Rusia. Yang mengkhawatirkan, spyware ini bisa bekerja hanya dengan memanfaatkan situs web berbahaya.
Artinya, tanpa sadar kamu bisa kehilangan data pribadi hanya karena mengunjungi halaman tertentu di internet.
Cara Kerja DarkSword
DarkSword menyebar melalui situs web berbahaya. Begitu pengguna mengunjungi situs tersebut, spyware berusaha mengeksploitasi celah pada perangkat untuk diam-diam menyedot berbagai data sensitif. Data yang menjadi sasaran meliputi log panggilan, kontak, pesan iMessage dan WhatsApp, email, kalender, catatan, riwayat browser, foto, tangkapan layar, riwayat lokasi, hingga keychain yang menyimpan kumpulan kata sandi.
Skala ancamannya cukup besar. Hampir 25 persen pengguna iPhone disebut masih menggunakan iOS 18 yang rentan terhadap celah ini, menempatkan ratusan juta pengguna dalam posisi terancam sebelum Apple akhirnya merilis pembaruan keamanan.
Kenapa Celah Ini Berbahaya
Yang membuat spyware semacam ini berbahaya adalah sifatnya yang hampir tak terlihat. Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi mencurigakan atau mengklik tautan tertentu, cukup membuka situs yang sudah disusupi. Data pun mengalir ke pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa sepengetahuan korban.
Kasus ini jadi bagian dari deretan panjang kebocoran data dan serangan siber yang marak sepanjang 2026, mulai dari situs pre-order game palsu hingga malware murah yang bisa disewa siapa saja.
Cara Melindungi Diri
- Selalu perbarui sistem operasi. Jangan tunda pembaruan keamanan iOS, karena pembaruan inilah yang menambal celah yang dieksploitasi spyware.
- Hindari membuka situs yang tidak dikenal. Waspada terhadap tautan mencurigakan yang diterima lewat pesan atau media sosial.
- Aktifkan fitur keamanan bawaan. Gunakan mode kunci atau pembatasan jika tersedia di perangkatmu.
- Gunakan kata sandi kuat dan autentikasi dua faktor. Ini mempersulit akses meski data sempat bocor.
Dengan kewaspadaan dan kebiasaan digital yang sehat, kamu bisa meminimalkan risiko menjadi korban spyware. Keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di era yang makin terhubung ini.
Sumber: Liputan6