Malware Android Hirudo Incar 8 Aplikasi Bank di Indonesia, Bisa Curi PIN
18 Okt 2026 · Sumber: ThreatFabric via detikINET

Pengguna HP Android di Indonesia perlu mewaspadai malware baru bernama Hirudo. Malware ini menargetkan delapan aplikasi mobile banking dari tujuh bank di Indonesia, dengan kemampuan mencuri PIN hingga mengganti aplikasi perbankan resmi menggunakan versi berbahaya. Temuan ini diungkap perusahaan keamanan siber ThreatFabric dalam laporan yang diterbitkan 14 Oktober 2026.
Baca juga: percayacuan.com/cara-memeriksa-izin-aplikasi-android-mencurigakan/">Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android yang Mencurigakan
Menyamar Jadi Aplikasi Belanja
Hirudo merupakan malware Android berjenis remote access trojan (RAT) yang memungkinkan penyerang mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Malware ini disebarkan melalui aplikasi yang menyamar sebagai layanan belanja dan hiburan, seperti Shopora, 1V1 X, ZoyaTV, dan KoiShort. Beberapa aplikasi bahkan menampilkan katalog belanja atau konten hiburan sungguhan agar terlihat normal.
Saat dibuka, aplikasi tersebut menyimpan komponen berbahaya dan dapat menampilkan pemberitahuan pembaruan palsu yang mengarahkan pemasangan malware tambahan. Hirudo kemudian meminta izin sensitif, termasuk Accessibility atau aksesibilitas Android, yang bisa disalahgunakan untuk membaca layar, menekan tombol, dan menjalankan perintah tanpa sepengetahuan korban.
Bisa Ganti Aplikasi Bank Asli
ThreatFabric menemukan Hirudo memiliki daftar 42 aplikasi keuangan yang menjadi target, dan delapan aplikasi perbankan Indonesia bahkan sudah disiapkan versi penggantinya. Ketika mendeteksi aplikasi bank sasaran, Hirudo menampilkan pemberitahuan update palsu dan mencoba mengarahkan korban menghapus aplikasi resmi, lalu memasang aplikasi pengganti yang dimodifikasi dengan nama paket dan nomor versi yang sama agar terlihat seperti asli.
Setelah terpasang, aplikasi berbahaya ini memanipulasi pemeriksaan keamanan agar terlihat seolah berjalan dalam kondisi aman. Selain itu, Hirudo juga bisa mencuri informasi login dan PIN lewat halaman pembayaran palsu, membaca SMS, memantau layar secara langsung, hingga mengakses kamera setelah memperoleh izin yang diperlukan.
Perlu dicatat, masuknya aplikasi bank dalam daftar target tidak berarti sistem perbankan telah dibobol. Serangan terutama menyasar perangkat Android milik nasabah. Meski Indonesia menjadi sasaran penting, malware ini juga menargetkan layanan keuangan di China, India, Meksiko, Maroko, dan Thailand.
Cara Melindungi HP Android
Pengguna bisa mengurangi risiko serangan dengan beberapa langkah sederhana: unduh aplikasi hanya melalui Google Play Store atau sumber resmi, hindari memasang APK dari tautan mencurigakan, jangan berikan izin Accessibility ke aplikasi yang tidak membutuhkannya, aktifkan Google Play Protect dan perbarui sistem Android secara rutin, serta jangan menghapus aplikasi bank karena permintaan update yang mencurigakan. Jika menemukan transaksi tidak dikenal, segera hubungi bank dan ganti kata sandi dari perangkat lain yang terpercaya.
Sumber: ThreatFabric via detikINET