Hot News

Tantangan Keamanan Siber 2026: Bukan Lagi Alat Canggih, tapi Olah Data yang Valid

04 Sep 2026 · Sumber: Kompas

percayacuan.com/wp-content/uploads/2026/09/hotnews-tantangan-keamanan-siber-2026-.jpg" style="width:100%;max-height:400px;object-fit:cover;border-radius:12px;" alt="Tantangan Keamanan Siber 2026: Bukan Lagi Alat Canggih, tapi Olah Data yang Valid"/>

Saat ini perusahaan tidak hanya mengandalkan satu layanan untuk melindungi sistem dari ancaman siber. Antivirus, Endpoint Detection and Response (EDR), hingga berbagai solusi keamanan canggih lain dapat digunakan secara bersamaan. Namun, semakin banyak perangkat keamanan yang dipakai, semakin banyak pula data yang harus dibaca dan dianalisis.

Baca juga: IndoSec Summit 2026 Hadir di Jakarta: Fokus Pertahanan Digital dan Ancaman AI

Menurut CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, tantangan yang dihadapi perusahaan kini bukan sekadar memiliki perangkat proteksi, tetapi juga memastikan data yang terkumpul valid dan bisa dijadikan acuan informasi. Hal ini disampaikannya dalam ajang Prosperita Solutions Day 2026 di Jakarta.

Data Mentah Belum Tentu Jadi Kesimpulan

Data yang dikumpulkan dari berbagai perangkat keamanan tidak langsung menunjukkan apakah sebuah aktivitas termasuk serangan siber atau bukan. Data tersebut masih harus dianalisis untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem.

Di sinilah peran teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi penting. AI bisa membantu membuat rangkuman dari data yang ada. Namun, Yudhi menegaskan bahwa hasil rangkuman AI bukanlah kesimpulan akhir. “AI itu sebenarnya membantu membuat rangkuman dari data yang ada, tapi bukan kesimpulan akhirnya,” tuturnya.

Artinya, pekerja manusia tetap harus membaca ulang hasil analisis AI untuk memastikan apakah aktivitas yang terdeteksi benar-benar merupakan ancaman siber atau sekadar hal biasa.

Laporan yang Mudah Dipahami Manajemen

Pengolahan data keamanan juga tidak berhenti setelah ancaman dianalisis. Hasilnya masih harus disajikan ulang dalam bentuk informasi yang lebih sederhana agar bisa digunakan oleh tim IT maupun manajemen perusahaan.

Layanan Managed Detection and Response (MDR) yang dirilis PT Prosperita Mitra Indonesia selaku distributor resmi Eset di Indonesia disebut bisa membantu perusahaan membuat laporan tanpa harus mengompilasi seluruh data secara manual. Layanan ini menyediakan pemantauan, deteksi, analisis, dan respons terhadap ancaman selama 24 jam.

Kenapa Ini Penting buat Kamu?

Bagi masyarakat umum, perkembangan ini jadi pengingat bahwa keamanan digital bukan hanya urusan perusahaan besar. Semakin banyak data yang kita hasilkan setiap hari, semakin penting pula kemampuan untuk memilah informasi yang valid. Prinsip yang sama berlaku dalam keseharian: jangan mudah percaya pada pesan atau tautan mencurigakan, selalu cek kebenaran informasi, dan jaga data pribadi dengan baik.

Sumber: Kompas

Jaringan Percaya Cuan:Percaya Cuan — Literasi Digital & AIPercaya Cuan — Edukasi KeuanganPercaya Cuan — Link Resmi