Hot News

Visa Perbarui Security Roadmap: Antisipasi Penipuan AI hingga Ancaman Kuantum

29 Sep 2026 · Sumber: Koran Jakarta

percayacuan.com/wp-content/uploads/2026/09/hotnews-visa-security-roadmap-antisipasi-penipuan-ai.jpg" style="width:100%;max-height:400px;object-fit:cover;border-radius:12px;" alt=""/>

Perkembangan pembayaran digital memang membawa kemudahan, tetapi pada saat yang sama memperluas permukaan serangan bagi pelaku kejahatan siber. Modus penipuan ikut berkembang seiring pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sehingga industri pembayaran dituntut memperkuat keamanan tanpa mengorbankan kemudahan transaksi.

Kondisi itu menjadi perhatian utama dalam Visa Indonesia Risk Forum yang digelar di Jakarta pada 24 September 2026. Dalam forum tersebut, Visa memperkenalkan pembaruan Visa Indonesia Security Roadmap yang memuat lima prioritas untuk memperkuat ketahanan ekosistem pembayaran Indonesia.

Antisipasi Penipuan Berbasis AI

Prioritas pertama adalah meningkatkan kemampuan industri dalam mengantisipasi dan merespons penipuan yang memanfaatkan AI. Teknologi ini bisa digunakan untuk keamanan, tetapi juga bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk membuat modus penipuan lebih meyakinkan, misalnya lewat teks, suara, gambar, atau video sintetis.

Karena itu, pencegahan penipuan tidak lagi cukup mengandalkan aturan sederhana berdasarkan jenis transaksi atau perangkat. Sistem perlu mampu mengenali pola perilaku dan anomali secara lebih dinamis untuk membedakan komunikasi yang sah dari upaya penipuan.

Autentikasi Tanpa Bergantung Kata Sandi

Prioritas kedua adalah pengembangan metode autentikasi yang lebih canggih, termasuk biometrik dan passkey. Selama bertahun-tahun kata sandi dan kode OTP menjadi lapisan autentikasi yang umum, tetapi keduanya rentan saat pengguna berhasil diyakinkan untuk menyerahkan kode atau informasi autentikasi kepada penipu.

Passkey dikembangkan sebagai alternatif yang mengurangi ketergantungan pada kata sandi. Teknologi ini memanfaatkan kriptografi kunci publik dan dapat dikombinasikan dengan mekanisme autentikasi perangkat seperti biometrik atau PIN, sehingga proses autentikasi tidak semata bergantung pada sesuatu yang diketahui pengguna.

Ancaman Card-Not-Present dan Komputasi Kuantum

Prioritas lainnya mencakup penguatan pertahanan terhadap penipuan card-not-present (CNP), yaitu transaksi tanpa kehadiran kartu fisik yang rawan disalahgunakan di ranah digital. Visa juga mulai mengantisipasi ancaman komputasi kuantum, yang di masa depan berpotensi membobol sistem enkripsi konvensional.

Menghadapi ancaman itu, industri pembayaran didorong untuk mulai menyiapkan kriptografi yang tahan terhadap kemampuan komputasi kuantum sejak dini, agar sistem tetap aman ketika teknologi tersebut semakin matang.

Pentingnya Kolaborasi Ekosistem

Forum yang diselenggarakan dua kali setahun ini mempertemukan penerbit kartu, acquirer, merchant, regulator, dan berbagai mitra dalam ekosistem pembayaran. Pertemuan ini menjadi ruang untuk membahas perkembangan risiko, bertukar pengalaman, serta menyusun langkah menghadapi ancaman terhadap transaksi digital.

Bagi pengguna, pesan utamanya jelas: keamanan transaksi digital adalah tanggung jawab bersama. Selagi industri memperkuat sistem di balik layar, pengguna tetap perlu menjaga kebiasaan aman, seperti tidak membagikan kode autentikasi dan waspada terhadap permintaan data pribadi yang mencurigakan.

Sumber: Koran Jakarta

Jaringan Percaya Cuan:Percaya Cuan — Literasi Digital & AIPercaya Cuan — Edukasi KeuanganPercaya Cuan — Link Resmi