Ransomware Berbasis AI Melonjak, BSSN Catat 5,5 Miliar Serangan Siber Sepanjang 2025
22 Sep 2026 · Sumber: detik.com

Ancaman keamanan siber di Indonesia terus meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,5 miliar aktivitas serangan siber sepanjang tahun 2025. Angka itu melonjak lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan rata-rata tahunan pada periode 2020 hingga 2024.
Baca juga: BSSN Catat 3,1 Miliar Anomali Trafik Siber, Software Bajakan Jadi Pemicu Utama
Baca juga: Jaringan Penipu SMS Pakai Fake BTS Dibekuk, Kerugian Korban Capai Rp9,1 Triliun
Baca juga: BI Proyeksi Kerugian Serangan Siber Indonesia Tembus Rp111 Triliun pada 2026
Yang membuat situasi semakin kompleks adalah meningkatnya serangan ransomware yang kini diperkuat kecerdasan buatan (AI). Kehadiran AI membuat pola serangan lebih sulit dideteksi dan lebih cepat menyebar.
Ransomware Berbasis AI, Ancaman yang Berubah Cepat
Ransomware adalah jenis serangan yang mengunci data korban dan meminta bayaran agar data itu dikembalikan. Dengan bantuan AI, pelaku kejahatan bisa membuat varian serangan yang terus berubah, menyusun pesan penipuan yang lebih meyakinkan, dan mengotomatisasi pencarian celah keamanan.
Perubahan ini membuat pendekatan keamanan yang hanya mengandalkan aturan statis menjadi kurang memadai. Deteksi harus bergerak lebih cepat dan lebih adaptif terhadap pola serangan yang selalu berevolusi.
Ransomware-as-a-Service dan Sasaran UMKM
Salah satu tren yang menonjol adalah model Ransomware-as-a-Service, di mana pelaku menjual perangkat serangan siap pakai kepada pihak lain. Model ini menurunkan ambang keterampilan yang dibutuhkan untuk melancarkan serangan, sehingga semakin banyak pelaku bisa terlibat.
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran yang rentan karena sering kali belum memiliki sistem keamanan yang memadai. Padahal, bagi sebuah usaha kecil, kehilangan akses ke data pelanggan atau data transaksi bisa berdampak fatal.
Cara Melindungi Diri dan Bisnismu
Menghadapi ancaman yang terus berkembang, ada beberapa langkah dasar yang bisa diterapkan siapa pun:
- Lakukan backup data secara rutin dan simpan salinannya di tempat yang terpisah.
- Waspadai email dan tautan mencurigakan, terutama yang meminta data pribadi atau memuat lampiran tidak dikenal.
- Perbarui sistem dan aplikasi secara berkala untuk menutup celah keamanan.
- Aktifkan verifikasi dua langkah pada akun-akun penting.
Keamanan siber bukan tanggung jawab satu pihak saja. Dengan pemahaman dan kebiasaan digital yang baik, risiko menjadi korban serangan bisa ditekan secara signifikan.
Sumber: detik.com